Rabu, 01 Februari 2017

MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA

Selasa, 31 Januari 2017
Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #2
MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA
Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #3? Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?



🍀APA ITU IBU PROFESIONAL?
Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;
Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :
a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.
🍀APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?
Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.
🍀MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. .Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.
🍀VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.
🍀BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?
Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

🍀APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?
“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.
Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :
BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?
BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga
BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?
BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?
Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan
Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:
“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto
Salam Ibu Profesional
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
📚SUMBER BACAAN:
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
📚NICE HOME WORK #2📚
Bunda, setelah memahami tahap awal menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Pekan ini kita akan belajar membuat
📝“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”📝
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu
Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.
Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.
Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri.
Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu:
- SPECIFIK (unik/detil)
- MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- TIMEBOND ( Berikan batas waktu)

PROLOG - ADAB MENUNTUT ILMU

PROLOG 1
KELAS MATRIKULASI BATCH 3
INSTITUT IBU PROFESIONAL
ADAB MENUNTUT ILMU
Senin, 23 Januari 2016
Disusun oleh Tim Matrikulasi - Institut Ibu Profesional
Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.
Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.
Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU
ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya
Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.
Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?
Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan
Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya
ADAB PADA DIRI SENDIRI
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.
b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.
c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.
d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.
e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.
ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.
b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.
c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.
ADAB TERHADAP SUMBER ILMU
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.
b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.
c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.
d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.
e. Dalam dunia online, harus menerapkan "sceptical thinking" dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.
Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat
Referensi :
Turnomo Raharjo,
Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.
Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah,
2014, hlm. 5
Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
NICE HOMEWORK #1
24 Januari 2017

ADAB MENUNTUT ILMU
Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional Batch #3, kini sampailah kita pada tahap menguatkan ilmu yang kita dapatkan kemarin, dalam bentuk tugas.
Tugas ini kita namakan NICE HOMEWORK dan disingkat menjadi NHW.
Dalam materi "ADAB MENUNTUT ILMU" kali ini, NHW nya adalah sbb:
1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Jumat, 27 Januari 2017

NICE HOMEWORK #1; Adab Menuntut Ilmu


"Jangan lupa besok mobil masuk bengkel." begitu pesan singkat Ibu saya. Yaampun, saya lupa! Sebagai Ibu yg kesehariannya di rumah, saya merasa tidak harus mengingat tanggal. Tidak ada mobil 2 minggu ke depan, berarti jadwal belanja dimajukan. Karena sudah terlanjur di jalan, saya tidak sempat membuat list keperluan yg harus dibeli. Saya mengandalkan ingatan saya, tanpa list belanja saya tergoda membeli ini-itu. Termasuk membeli bahan-bahan membuat cinnamon roll. Untuk persediaan di rumah, pikir saya, bikinnya bisa kapan saja.

Sepulang belanja, saya menghabiskan waktu dgn bermain bersama Dalil, bocah kecil gundul berusia 5 bulan. Saat ini, Dalil menjadi prioritas saya. Di siang hari, waktu bangunnya cukup panjang sekitar 2-3 jam lalu tidur 30 menit,dan berulang. 30 menit itu bisa saya gunakan untuk istirahat, makan, ibadah, dan cek-cek hp. Sebetulnya saya ada tugas mengerjakan NHW alias nice homework dari kelas online IIP (Institut Ibu Profesional), supaya bisa lebih fokus,saya berencana mengerjakannya malam nanti, setelah Dalil tidur.

Ketika sedang menidurkan Dalil, saya terbayang cinnamon roll!! kayanya bisa deh bikin cinnamon roll dulu, baru mengerjakan NHW. Toh  saya sudah pernah bikin, kayanya ga akan memakan waktu lama, paling lama 1 jam.
Ternyata pikiran selintas yg saya ikutin itu berujung penyesalan. Ketika sedang membuat adonan, saya kepikiran NHW. Berujung entah bagaimana adonan yang saya buat terlalu cair dan suli kalis. Sambil  mengistirahatkan adonan, saya mencoba mengerjakan NHW. Tapi saya malah kepikiran adonan gagal itu.  -.-
dan kemudian..Dalil nangis untuk menyusu.....
.
.
.

huft.. 
Saya merasa kesal dgn diri saya. Hari ini rasanya kacau sekali. Hari ini saya Ibu yang kacau. Suami saya hanya bisa tersenyum dan menenangkan saya. Makin merasa bersalah jadinya.
Kejadian seperti ini bukan hanya satu dua kali, rasa-rasanya saya butuh belajar bagaimana menjadi Ibu yang baik, dengan lebih serius,dengan lebih tertata.

Bukan hanya bisa menyediakan waktu untuk Dalil, tapi juga bagaimana mendidiknya, bagaimana memberinya asupan gizi yang baik. Sebagaimana ungkapan yang sering kita dengar bahwa Ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya.
Menjadi Ibu yang baik, saya pikir juga berarti menjadi istri yang baik. Saya juga butuh belajar bagaimana  mengelola keluarga yang benar,bagaimana menciptakan suasana nyaman di rumah, sehingga menjadi keluarga yang paripurna dengan visi dan nilai-nilai yang kuat seperti yang saya dan suami saya harapkan.

Sebetulnya bukannya saya tidak pernah mencoba mendalami hal-hal tersebut. Saya ikut di beberapa grup motherhood juga membaca buku-buku yang mendukung. Tapi sepertinya ada yang kurang ya buktinya sekarang si Ibu ini ko ya gitu2 aja-
Bersyukur sekali saya  bisa ikut program matrikulasi Institut Ibu Pofesional, dimulai dari prolognya saja, sudah banyak ilmu yang saya dapat. Ternyata selama ini saya terlalu banyak informasi, tapi semua itu hanya ada di kepala saja, tidak saya catat apalagi praktikkan. 

Untuk kedepannya saya mau serius untuk belajar menjadi Ibu yang profesional. Saya Insya Allah akan konsisten mengikuti kelas online IIP dan mengerjakan NHWnya. Informasi-informasi dari grup motherhood akan saya catat, dan obrolan yang tidak perlu akan saya tinggalkan. Saya juga akan mencari komunitas online ataupun offline, supaya bisa menemukan teman2 diskusi. Yang paling penting kesemua itu akan saya diskusikan dengan suami supaya ada aksi nyatanya. 

Mudah-mudahan niat baik ini dicatat oleh Allah SWT, dan dilancarkan jalannya. 
Bismillah..

Salam, menuju Ibu Profesional 




Selasa, 24 Januari 2017

Matrikulasi Institut Ibu Profesional

*sapu-sapu debu
*sigh..
*hampir setahun ga nulis
*cerita nikahan ga kelar2 
*sigh.. 
*baiklah..


Banyaaaak hal yang terjadi setahun kebelakang, yaiyalah setahun!!
Yang utama adalah, hamil, melahirkan, dan sekarang saya adalah IBU! Rasanya gimana? campur-campur banget. Tapi yg mendominasi adalah rasa bahagia, dan juga rasa khawatir. Khawatir saya ga bisa jadi Ibu yang baik u/ anak saya, Dalil. 

Sekarang banyak banget teori-teori parenting bertebaran, yg sebenernya tinggal saya klik dan baca. Tapi informasi-infomasi ini cuma muter2 aja di otak. Ga tersusun rapi.. Yang ada jadiny bikin saya bingung. 

Ditengah kecluelessan saya gimana jadi Ibu yang baik, saya dapet informasi ttg Institut Ibu Profesional ini. Angin segar banget nih buat saya! Setelah dapet izin suami, saya daftar, dan sekarang sedang memulai proses matrikulasinya, secara online. 

Mudah-mudahan saya konsisten u/ ngikutin materi dan ngerjain tugas-tugasnya, yg disebut Nice HomeWork. 
Lebih besar lagi, mudah-mudahan saya terus berproses menjadi Ibu yg lebih baik lagi. Yosh!!





Rabu, 13 April 2016

Cerita Pernikahan : Undangan dan Souvenir

1. Undangan

cp: Sri (0852 21054741)
Bikin desain undangan ini lumayan menyita waktu dan perasaan. Haha
Waktu itu saya mastiin sama si babeh u/ desain undangannya mau kaya gimana. Akhirnya beliau bilang terserah aja.. 

Terus kepikiran pengen undangan tuh ga langsung dibuang. Karna nikahan bulan Januari, kepikiran lah u/ naro kalender di undangan. 
Saya minta si calon suami yg tanggung jawab masalah desainnya, biar dia juga ikut campurlah dikit. Hehe
Berhubung dia lulusan desain produk, saya minta si bentuknya jangan terlalu biasa. Akhirnya ketemulah desain undangan, sekaligus kalender, sekaligus tempat naro pensil..

Saya minta cetakin kan. Terus saya rangkai sendiri. Acc ke bokap, ditolak. -.- 
Katanya, bentuknya biasa aja ga usah aneh2, kampungan. Haha.
Padahal kan ini suatu bentuk kreatifitas memanfaatkan sesuatu loh om. Haha


Kalo dipikir-pikir sekarang emang agak norak sih ya, haha. 


Yaudah saya bilang, gpp deh ga pake kalender dan bentuk aneh2, tapi pengen visualnya tetep, cat air gtu. Udah di okein loh.. 


Revisi lagi kan desainnya, terus saya minta cetakin. Saya kasih liat bokap lagi, ditolak lagi. *ketawa sambil nangis 
Udah kaya bikin tugas sama dosen aja 


Akhirnya beliau bilang, udah bikin yg putih2 ajalah. Formal. Kan buat dibagiin ke temen-temennya. -.-"

Finally, inilah jadinya si undangan yg penuh drama revisi. *elap keringat


Daaan.. Surprisingly, segitu udah ngerepotinnya. Berkali2 minta cetak dan revisi.. 

Taunya, si ownernya ngasih gitu aja sebagai kado nikah. Langsung cirambay air mata terharu. 
Ya Allah, mau nikah ada aja rejekinya yah..Makasih banyak udah direpotin pisan! 

Oiya, belakangan lagi banyak undangan juga. Salah satu favorit undangan single hardboard macam gini


bahannya semacam mdf gitu, bisa difungsiin jadi mouse pad atau tatakan gelas! 

kalo yang penasaran bisa buka instagramnya @woodypapee
*bukan endorse sama sekali yah hehe


2. Souvenir

cp: Fifi (line: sabila_na)

Iyeees ini bikin sendiri! *jangan dibayangin calon manten jait satu-satu sendiri yah. 

Waktu itu pengen bikin souvenir yang:
1. Fungsional (beneran bisa dipake, bukan cuma jadi pajangan) 
2. Bisa dipake cowo ataupun cewe (tapi seengganya kalo ga bisa dipake cowo, bisa dipake mamanya haha)
3. Ga ribet dibawa, walaupun souvenir dikasihnya pas pulang, tapi kan ga semua tamu bawa kendaraan dan tas besar. Jadi kebayangnya souvenir kecil aja yg muat di tas tangan/saku.

Akhirnya jadilah si pouch ini. Warnanya dipilih warna2 yg netral, terus disablon. Ukurannya dibuat supaya passport dan buku tabungan bisa masuk. 
Sengaja ga dicantumin nama pengantennya, ya biar kepake aja sih, soalnya kadang souvenir2 yg bernama itu jadinya malah disimpen aja, kan sayang. 




Alhamdulillahnya setelah nikahan, pas ketemu temen-temen banyak yg komentar seneng sama souvenirnya. Kalo cowo biasanya dipake buat naro hardisk, kalo cewe mah macem-macemlah. Kantongnya juga bisa dipake u/ hal lain. Yeaaay happy :)

Daan  alhamdulillah jadi proyek sampingan juga nih. Beberapa souvenir yg pernah dibuat :






Kalau tertarik bisa tanya-tanya dulu loh, cus langsung hubungin ya! :D


Rabu, 07 Oktober 2015

Cerita Pernikahan : Gedung, Dekorasi, dan Katering

Oke, orang macam apa yang baru cerita hari H setelah 18 bulan pernikahan? haha.
Orang banyak alasan kaya saya inilah.

Sempet bingung mau nulis apa ngga, karena yang saya rasain..esensi dari pernikahan ya pernikahannya itu sendiri kan, bukan gimana suksesnya acara resepsi?
Tapi setelah dipikir-pikir ulang, ngadain resepsi kan suatu anjuran, dan menampilkan sesuatu yang baik juga anjuran..

so.. saya memutuskan untuk menulis aja, siapa tau tulisan saya ini sedikitnya membantu para calon-calon pengantin. hehe siapa tau ada yang nyasar kesini kan. well hello :)

Namanya bikin acara, ya pasti banyak yang harus dipersiapkan, banyak hal yang dikorbankan terutama uang waktu dan perasaan (ya kan? hehe). Saya udah bertekad pokoknya bikin acara ini semaksimal mungkin usaha yang saya bisa, tapi ga ngoyo semua harus sesuai yang saya inginkan. Istilahnya banyak-banyak kompromi  supaya ga pusing juga. Saya minta temen deket juga untuk jadi pengingat kalau-kalau saya udah berlebihan. Mantranya : "yang penting nikah mah barokah fi" hehe.


1. Gedung Resepsi : Pusdai
    cp : Pak Nana (0813 20344528), Pak Indra (08122082237)
    kantor : 022 7216214    lokasi : Jl. Diponegoro no. 63

Awalnya ga dapet jadwal di Pusdai, akhirnya saya DP di gedung lain. eh tiba-tiba saya di telpon Pak Nana, kalau orang yg booking duluan ngebatalin. Setelah ngobrol sama keluarga, akhirnya diputuskan di Pusdai aja deh. Sebenernya alasan simpelnya karna di Pusdai lebih bisa nampung banyak orang.

Cerita dikit, sebelumnya saya pernah sempet debat  masalah banyaknya tamu. Saya pengennya nikah tuh tamunya dikit aja, saudara dan temen-temen yang saya kenal. Jadi saya bisa nyapa semua tamu yang datang, dan ga bingung saya salaman sama siapa. Tapi Ayah saya ga mungkin ga ngundang temen-temennya. Awalnya cukup berat hati sih. Ternyata di hari H saya bersyukur banget, dengan banyaknya tamu yang dateng, saya dan suami juga banyak di doain. Saya dan suami sepakat, momen didoain di pelaminan itu momen yang berkesan banget dan bikin hati nyesss.

Balik soal gedungnya, puas banget sih pake pusdai. Selain buat akad dan resepsi kita disediain juga ruang u/ rapat panitia (kalo hari H bisa dipake u/ keluarga). oh iya, kalau nikah di pusdai, ga usah pusing lagi nyari Qori, karena udah disediain dan ngajinya bagus banget.


Foto diatas adalah tempat serah terima pengantin. Lupa nama acaranya apa, yang jelas pengalungan melati, serah terima seserahan, dan sambutan dri 2 keluarga.  




Akadnya udah pasti di masjid. Masjidnya sendiri, menurut saya, ga perlu didekor lagi. Ornamennya udah cantik. Yang bikin saya suka banget sih langit-langitnya.


Yang mesti ditambah kalau sewa Pusdai mungkin soundsystemnya aja, soalnya waktu itu suaranya samar-samar ke pelaminan -tapi saya ga tau juga sih ini karna kalo jadi penganten emang fokusnya salaman aja apa gimana haha-

2. Dekorasi : Aksen Dekorasi 
    cp : iyan (08156065011)

Alasan pake aksen dekorasi karena kenalan si babeh hehe. Waktu itu duluan ketemuan sama pa iyan sebelum sama katering, eh taunya pa Iyan emang biasa kerjasama sama vendor kateringnya. klop lah jadinya.

Sebenernya kalo ditanya maunya kaya apa, pengennya sih ngulik banget dekornya. Secara kan anak desain, masa dekornya ga oke. Tapi setelah dipertimbangkan, saya nyerahin seluruhnya sama pak iyan aja. Saya gamau terlalu pusing sama keseluruhan detail pernikahan ini, jadi kalo bisa didelegasikan kenapa ngga? hehe. 

Saya ketemu pak iyan cuma sekali, ngebahas masalah layout dan gambaran kasar dekorasinya. Supaya ruangan bisa maksimal terpakai, saya minta karpet jalannya diarahkan ke sebelah kiri (bukan di tengah). Untuk dekornya, saya cuma minta nuansanya putih, dan jangan ada bunga merah. 













saya dan suami sempet kaget sih, ko pake bola disko. haha. Temen-temen juga nanyain, emang temanya disko ya? hahaha


ngga pake bunga merah, dikasihnya bunga pink.hehe . alasannya kalo pake bunga merah diantara bunga-bunga putih/kuning, kalau diliat dari jauh, jadi kurang bervolume. 

Overall saya puas sama hasilnya aksen dekorasi, yang bikin ganggu dikit cuma bola diskonya aja. haha. 

Oh iya, dinding gedung pusdai tuh nuansanya gold-maroon. Pernah dateng ke nikahan pake adat minang gtu. baguuus banget, semuanya kerasa nyatu. Kalau liat dari foto-fotonya aksen dekorasi, biasanya manten-manten yang milih warna diluar itu, pakai tambahan kain u/ nutup dindingnya. Tapi kalau saya, rasanya sayang banget ngeluarin uang untuk nutup dinding doang, hehe. Mending dipake buat hal lain yang lebih penting. 


3. Katering : Samudra Catering
    cp : dewi 082126888474
    http://www.samudracatering.com/




Pertama kali tau katering ini di nikahan temen, namanya calon manten, banding-banding harga sama katering lain, eh taunya katering ini terhitung murah dan enak. Beberapa kali test food, rasanya konsisten. Ditambah kantornya ga begitu jauh dari rumah, ya cuslah pilih samudra aja. 

Kalau menu yang dipilih, udah lupa bangeeet, dan catatannya hilang entah kemana. Yang paling diinget ya lidah keju dan baso tasik, soalnya favorit semua orang. Waktu itu nentuin menu minta pendapat uwa-uwa dan temen-temen juga, soalnya kalo makanan kan intinya buat tamu. Penganten mah nyicip doang. hehe

Kalau soal katering saya percayain sama uwa saya, biar bawel haha. Catatan saya u/ katering :
1. Tissue harus ada di setiap stall
2. Jangan pakai piring/mangkok styrofoam 
3. Ada meja kosong u/ menyimpan piring kotor
4. Makanan harus selalu hangat
5. Piring kotor segera diangkat 

Enaknya sama Samudra tuh fleksible. Kita bisa tuker fasilitas-fasilitas yang ga diambil, bisa di convert ke makanan atau pengurangan biaya. Ga perlu ribet bungkusin makanan buat keluarga besan juga, karena udah termasuk paket di Samudra. Oh iya yang paling penting, Bu Hj Nyinyi (ownernya) meyakinkan semua makanannya halal, termasuk alat-alat yang dipake untuk masaknya :)


hosh hosh, baru nulis segini aja udah cape, haha. Cerita dan reviewnya akan dilanjutkan dilain waktu.. SEMOGA dalam waktu dekat!! :p 









Rabu, 01 April 2015

Gedung Pernikahan di Bandung

Cari tempat pernikahan di Bandung, menurut saya, gampang-gampang susah. Banyak banget tempat-tempat yang bisa dipilih sesuai keinginan kita. Mau indoor, outdoor, semi outdoor, mau di hotel, di restoran, gedung yg ada masjidnya, banyaaak banget pilihannya.

Sebenernya saya pengen banget nikahan outdoor, yang mana langsung ditolak karena bulan pernikahan di musim hujan, hehe. Jadilah saya cuma survei ke beberapa gedung, sempet kaget ternyata nyari jadwal kosong itu aga susah ya! Waktu itu saya cari gedung di akhir-akhir tahun 2013, beberapa gedung udah fullbook sampai akhir taun 2014. Saya dikasih tau pengelola gedung, biasanya calon-calon manten itu udah booking dari minimal 6 bulan sebelumnya. 

Berikut beberapa gedung yang sempet saya survei. Berhubung saya cari di taun 2013, dan kayanya harganya udah berubah, jadi ga saya cantumin harga ya..

1. GSG Biofarma
cp: Pak Budi (0815 7189149 ; 022-60878205) http://gsgbiofarma.blogspot.com/
lokasi : Jl. Pasteur no.28
Kapasitas : 750 orang (standing party)
Masjid : Ada, dan bagus banget, bikin naksir!
Biaya kebersihan dibebankan ke catering (kadang dari pihak cateringnya membebankan 50% ke calon manten, diobrolin dari awal supaya tidak ada masalah di akhir)



Untuk tamu-tamu luar kota, akses ke Biofarma ini enak banget, keluar tol pasteur, turun ke bawah jembatan pasoepati, sampai deh. Yang mesti diperhatiin, untuk sampai hallnya ada beberapa anak tangga, seinget saya ngga ada jalan u/ pengguna kursi roda, kalau ada saudaranya yg sudah cukup uzur mungkin bisa jadi bahan pertimbangan.
Saya survei dua kali, biofarma di waktu weekday (berubah fungsi jadi kafetaria untuk karyawan disana) dan di weekend pas ada resepsi. Menurut saya sih biofarma ini pasnya untuk 500 tamu saja, yang mau ngadain resepsi disini, bisa minta tim dekor untuk mengakali supaya terlihat lebih luas.
Pengalaman blogger lain yang nikah di Biorfarma disini


2. Pusdai
cp : Pak Nana (0813 20344528)
lokasi : Jl. Diponegoro no. 63
Kapasitas : 2000-2500 orang
Masjid : ada


Akses ke Pusdai ini enak banget, lokasinya ada di tengah kota, dari tol pasteur tinggal lurus sampe suci, belok kanan udah Pusdai. Buat yang naik kendaraan umum juga gampang, ada beberapa angkot yang lewat gedung ini. 
Selain hall utama, selasar dan tamannya juga bisa dipakai. Kalau ga salah untuk selasar ga ada penambahan biaya, tapi untuk taman ada. 
Pengalaman blogger lain nikah di Pusdai disini


3.Gedung Kologdam 
cp : Ibu Tintin (0813 22925677)
lokasi : Jl. Aceh no.50 (depan GOR Saparua)
Kapasitas 1500 orang
Masjid : ada
Biaya kebersihan untuk catering rekanan dan non-rekanan berbeda.


(fotonya saya ambil dari :http://bintangvegadanaltair.blogspot.com/)

Tahun 2012 saudara saya ngadain pernikahan disini, menurut saya tempatnya leluasa, enak untuk di dekor, parkirannya juga luaaaas. Termasuk gedung favorit di Bandung, jadwalnya full terus bok! 
Pengalaman blogger lain yang nikah di kologdam disini

4. Gedung PPI (Gedung Yudha Wastu Pramuka)
cp: lupa nama bapanya, 022-7206445
lokasi : Jl. Supratman no. 60
Kapasitas : 1500 orang
Masjid : ada
Harus sewa kursi, AC dan soundsystem. Ada penambahan biaya untuk ruangan VIP (di belakang pelaminan)


Ruangannya sih mirip-mirip sama gedung ABRI lainnya, sama juga ga ada AC (biasanya di gedung ABRI itu cuma sedia blower, jadi harus sewa AC tambahan plus genset kalau listriknya kurang). Di belakang pelaminan itu masih ada ruangan VIP dan ruangan besar. Menurut pengelola gedung, biasanya jadi tempat makan keluarga. 
Kalau ga salah inget, saya udah suka sama gedung ini, sampai si Pengelola gedung bilang: kalau di tanggal yang sama ada acara kenegaraan, pemesanan kita akan di cancel dan uang DP akan dikembalikan, pemberitahuan maksimal 2 minggu sebelum acara. Deg deg ser juga kan kalau sampai dibatalin hehe. *bisa dikonfirmasi lebih lanjut, karena mungkin kebijakannya berubah. 

5. SENBIK 
cp : Pak Dodo (0852 16330339)
lokasi : Jl. Soekarno Hatta no 729C
Kapasitas : 750 - 1000 orang (tambahan tenda diluar)
Masjid : Ada



Gedung ini sebenarnya cukup luas, cuma karena langit-langitnya pendek jadi berasa agak sempit. Bisa pake tenda tambahan di luar, ga ada tambahan biaya gedung. Sayang banget ngga ada toilet khusus pengantin (yang biasanya ada di ruang rias). Tempat parkirnya luas banget, cuma jarang ada tanaman jadi rasanya panas dan gersang. 

6. Istana Kana Kawaluyaan
cp :Ibu Esther (0813 22863637 ; 022-7335438)
Lokasi : Jl. Kawaluyaan Indah Raya no 9 (sekitar 200m ke dlm dari Jl. Soekarno Hatta)
Kapasitas : 2000 orang
Masjid : tidak ada 



7. Gedung STT Tekstil
cp : Pak Sobirin / pak Solehudin (022-7271694)
lokasi : Jl. Jakarta no 31
Kapasitas : 1000 orang
Masjid : ada


Gedungnya terletak di kampus STT Tekstil, jadi gedung ini cuma bisa disewa hari Minggu, karna sabtunya biasa dipakai untuk kegiatan Mahasiswa. Langit-langit gedungnya tinggi dan udah pakai Ac sentral 6 buah. 

8. Gedung Graha Pindad
kontak : 022-7312073 ext. 2266/2230
Lokasi : Jl. Gatot Subroto no. 517 
Kapasitas : 800 orang

9. Gedung Seskoad
cp : Pak Ma'rup (0813 22475543) / pak Sudirlan (08122438187)
Lokasi : JL. Gatot Subroto no. 96
kapasitas : 1000 orang
Masjid : Ada
Seinget saya, ada 3 gedung pernikahan di komplek ini. Kapasitasnya beda-beda. Ada mess yang disewakan juga.

10. Gedung Serasan
cp : Pak Sudiyono (08122 0184516) / Bu Lily (0815 7030267)
Lokasi : Jl. Martanegara no. 11 Bandung
Kapasitas : 1000 orang
Masjid : Ada
Kalau saya pribadi kurang suka sama layout gedungnya, karna kebagi 2 (atau malah 3 sama lorong), mesti pinter-pinter cari dekor yang bisa manfaatin semua ruangan secara oke.
Review gedung bisa lihat disini

Sebelum saya survey ke gedungnya langsung, saya telpon dulu untuk memastikan jadwal gedung yang kosong, jadi ga buang-buang waktu untuk ngedatengin gedungnya. Jangan lupa pastikan si pengelola ada di tempat. 
Ketika survey, pastikan sejelas-jelasnya fasilitas apa saja yang sudah didapat dan fasilitas apa yang harus ditambahkan. misalnya :
1. Kursi, berapa kursi yang didapat, berapa harga kursi apabila menyewa (beberapa gedung tidak membolehkan menyewa kursi dari luar)
2. Listrik, berapa watt listrik yang tersedia, apakah cukup untuk keseluruhan acara atau harus menyewa genset 
3. AC, ada atau tidaknya, dan perkirakan berapa AC yang dibutuhkan apabila harus menyewa
4. Soundsystem, ada atau perlu sewa tambahan. Dari gedung-gedung yang saya sebutkan diatas, hanya Biofarma yang memfasilitasi soundsystem berikut dgn operatornya.
5. Parkir, apakah ada petugas parkir di gedung tersebut, jangan sampai tamu-tamu undangan kesulitan mencari parkir atau terjebak mobil lain karena parkir tidak rapi. 
6. Biaya kebersihan, sudah termasuk biaya sewa gedung atau ada tambahan. 
7. Masjid, sudah termasuk biaya sewa gedung atau ada tambahan
8. Katering rekanan, ada katering rekanan atau tidak, biasanya ada biaya tambahan untuk katering non-rekanan. 


Sebetulnya masih banyaaaaaaaak sekali gedung-gedung yang bisa jadi alternatif untuk melangsungkan pernikahan. Jadi ga perlu pusing kalau gedung-gedung inceran ga ada jadwal kosong. Selamat mempersiapkan pernikahan!!!