Selasa, 07 Februari 2017

MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH

Materi Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch#3 Sesi #3
Senin, 6 Feruari 2017

👨‍👩‍👦‍👦 MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH👨‍👩‍👧‍👧
“ Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya ”
Bunda, rumah kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita. Oleh karena itu sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Memberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh-sungguh.
Maka tugas utama kita sebagai pembangun peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita.
Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “ misi spesifiknya ”, tugas kita memahami kehendakNya.
Kemudian ketika kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita untuk membentuk sebuah keluarga, tidak hanya sekedar untuk melanjutkan keturunan, atau hanya sekedar untuk menyempurnakan agama kita. Lebih dari itu, kita bertemu dengan suami dan melahirkan anak-anak, adalah untuk lebih memahami apa sebenarnya “ peran spesifik keluarga” kita di muka bumi ini.
Hal ini yang kadang kita lupakan, meski sudah bertahun-tahun menikah.
Darimana kita harus memulainya?
🙋 PRA NIKAH
Buat anda yang masih dalam taraf memantaskan diri agar mendapatkan partner membangun peradaban keluarga yang cocok, mulailah dengan tahapan-tahapan ini:
a. Bagaimana proses anda dididik oleh orangtua anda dulu?
b. Adakah yang membuat anda bahagia?
c. Adakah yang membuat anda “sakit hati/dendam’ sampai sekarang?
d. Apabila ada, sanggupkah anda memaafkan kesalahan masa lalu orangtua anda, dan kembali mencintai, menghormati beliau dengan tulus?
Kalau empat pertanyaan itu sudah terjawab dengan baik, maka melajulah ke jenjang pernikahan.
Tanyakan ke calon pasangan anda ke empat hal tersebut, minta dia segera menyelesaikannya.
Karena,
ORANG YANG BELUM SELESAI DENGAN MASA LALUNYA , AKAN MENYISAKAN BANYAK LUKA KETIKA MENDIDIK ANAKNYA KELAK
👨‍👩‍👧‍👧 NIKAH
Untuk anda yang sudah berkeluarga, ada beberapa panduan untuk memulai membangun peradaban bersama suami anda dengan langkah-langkah sbb:
🍀Pertama temukan potensi unik kita dan suami, coba ingat-ingat mengapa dulu anda memilih “dia” menjadi suami anda? Apa yang membuat anda jatuh cinta padanya? Dan apakah sampai hari ini anda masih bangga terhadap suami anda?
🍀Kedua, lihat diri kita, apa keunikan positif yang kita miliki? Mengapa Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Sampai kita berjodoh dengan laki-laki yang sekarang menjadi suami kita? Apa pesan rahasia Allah terhadap diri kita di muka bumi ini?
🍀Ketiga, lihat anak-anak kita, mereka anak-anak luar biasa. Mengapa rahim kita yang dipilih untuk tempat bertumbuhnya janin anak-anak hebat yang sekarang ada bersama kita? Mengapa kita yang dipercaya untuk menerima amanah anak-anak ini? Punya misi spesifik apa Allah kepada keluarga kita, sehingga menghadirkan anak-anak ini di dalam rumah kita?

🍀Keempat, lihat lingkungan dimana kita hidup saat ini. Mengapa kita bisa bertahan hidup dengan kondisi alam dimana tempat kita tinggal saat ini? Mengapa Allah menempatkan keluarga kita disini? Mengapa keluarga kita didekatkan dengan komunitas-komunitas yang berada di sekeliling kita saat ini?
Empat pertanyaan di atas, apabila terjawab akan membuat anda dan suami memiliki “ misi pernikahan” sehingga membuat kita layak mempertahankan keberadaan keluarga kita di muka bumi ini.
👩‍👧‍👧 ORANGTUA TUNGGAL (SINGLE PARENT)
Buat anda yang saat ini membesarkan anak anda sendirian, ada pertanyaan tambahan yang perlu anda jawab selain ke empat hal tersebut di atas.
a. Apakah proses berpisahnya anda dengan bapaknya anak-anak menyisakan luka?
b. Kalau ada luka, sanggupkah anda memaafkannya?
c. Apabila yang ada hanya kenangan bahagia, sanggupkah anda mentransfer energi tersebut menjadi energi positif yang bisa menjadi kekuatan anda mendidik anak-anak tanpa kehadiran ayahnya?
Setelah ketiga pertanyaan tambahan di atas terjawab dengan baik, segeralah berkolaborasi dengan komunitas pendidikan yang satu chemistry dengan pola pendidikan anda dan anak-anak.
Karena,
IT TAKES A VILLAGE TO RAISE A CHILD
Perlu orang satu kampung untuk mendidik satu orang anak
Berawal dari memahami peran spesifik keluarga kita dalam membangun peradaban, kita akan makin paham apa potensi unik produktif keluarga kita, sehingga kita bisa senantiasa berjalan di jalanNya.
Karena
Orang yang sudah berjalan di jalanNya, peluanglah yang akan datang menghampiri kita, bukan justru sebaliknya, kita yang terus menerus mengejar uang dan peluang
Tahap berikutnya nanti kita akan makin paham program dan kurikulum pendidikan semacam apa yang paling cocok untuk anak-anak kita, diselaraskan dengan bakat tiap anak, potensi unik alam sekitar, kearifan lokal dan potensi komunitas di sekitar kita.
Kelak, anda akan membuktikan bahwa antara pekerjaan, berkarya dan mendidik anak, bukanlah sesuatu yang terpisahkan, sehingga harus ada yang dikorbankan
Semuanya akan berjalan beriring selaras dengan harmoni irama kehidupan.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
SUMBER BACAAN
Agus Rifai, Konsep,Sejarah dan Kontribusi keluarga dalam Membangun Peradaban, Jogjakarta, 2013
Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016
Muhammad Husnil, Melunasi Janji Kemerdekaan, Jakarta, 2015
Kumpulan artikel, Membangun Peradaban, E-book, tanggal akses 24 Oktober 2016

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

NICE HOMEWORK #3
📚MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH 📚
Bunda, setelah kita belajar tentang "Membangun Peradaban dari Dalam Rumah" maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu.
🙋Pra Nikah
a. Bagi anda yang sedang memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang baik, tulislah suara hati anda dengan tema “UNTUKMU CALON IMAMKU”
b. Lihatlah diri anda, tuliskan kekuatan potensi yang ada pada diri anda.
c. Lihatlah orangtua dan keluarga anda. Silakan belajar membaca kehendakNya, mengapa anda dilahirkan di tengah-tengah keluarga anda saat ini dengan bekal/senjata potensi diri anda. Misi rahasia hidup apa yang DIA titipkan ke diri kita. Tulis apa yang anda rasakan selama ini.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda?adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa anda dihadirkan di lingkungan ini?
👨‍👩‍👦‍👦Nikah
Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.
a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?
👩‍👧‍👧Orangtua Tunggal (Single Parent)
Bagi anda yang saat ini sedang mendidik anak-anak anda sendirian tanpa kehadiran pasangan hidup kita
a. Buatlah “Tanda Penghormatan’, dengan satu dua kalimat tentang sisi baik “ayah dari anak-anak kita” sehingga dia layak dipilih Allah menjadi ayah bagi anak kita, meskipun saat ini kita tidak lagi bersamanya.
b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak anda, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan dengan tantangan keluarga yang luar biasa seperti ini. Apa misi hidup rahasiaNya sehingga kita diberi ujian tetapi diberikan bekal kekuatan potensi yg kita miliki.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?
Setelah menjawab pertanyaan - pertanyaan tersebut di atas, sekarang belajarlah memahami apa sebenarnya "peran spesifik keluarga" anda di muka bumi ini.
Selamat membaca hati dan menuliskannya dengan nurani. Sehingga kata demi kata di nice homework #3 kali ini akan punya ruh, dan menggerakkan hati yang membacanya.
Salam Ibu Profesional
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Kamis, 02 Februari 2017

NHW #2 - Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan

Minggu ke-2 di  Matrikulasi Institut Ibu Profesional. Rasanya menantang ya, setelah sekian lama otak ini hiatus, sekarang dipaksa bekerja lebih cepat. Menyerap informasi, mengolah, menuliskan, lalu Insya Allah mengamalkan. 
NHW berikutnya, uhuk! tentunya lebih menantang lagi, Kita diminta untuk membuat 'checklist indikator", sebagai pengukur keberhasilan untuk menjadi Ibu Profesional, dilihat dari sisi kita sebagai individu, istri dan Ibu.

Kunci dari membuat Indikator disingkat menjadi SMART yaitu:
- SPECIFIK (unik/detil)
- MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- TIMEBOND (Berikan batas waktu)

Untuk mengerjakan tugas ini, saya harus bertanya ke suami, istri  seperti apa yang membuatnya bangga dan bahagia. Katanya, saya yang apa adanya udah bikin bahagia..hihihi *kalo dia baca mungkin saya dijitak.  Berhubung Dalil masih belum bisa ditanyain, saya berandai-andai aja dia maunya saya jadi Ibu yang bagaimana. so, here we go..Bismillah..

Sebagai individu

  • Tilawah minimal 1 juz perhari
          Bisa dibagi 5x setelah selesai sholat , ajak Dalil untuk mendengarkan. Kalau mau berpergian,                 selesaikan tilawah sebelum pergi.

  • Membaca Al-Ma'tsurat pagi dan petang
  • Olahraga minimal 1x seminggu
  • Membaca 1 buku perminggu, dan mendiskusikan dengan suami
Sebagai Istri
  • Membangun komunikasi yang positif, apabila ada masalah diselesaikan di hari yang sama.
          Apabila kesal dengan suami, redakan dulu emosi, setelah reda baru dikomunikasikan dengan
          baik. 
  • Membuat anggaran belanja setiap akhir bulan
          Seringkali pengeluaran setiap bulan berbeda, karena akivitas yang berbeda. Setiap bulan harus
          dibuat anggaran agar tidak ada pembengkakan pengeluaran.
  • Mencatat rapi arus keuangan bulanan, dilakukan setiap hari
  • Membuat menu pekanan setiap akhir minggu
Sebagai Ibu

  • Tidak memegang gadget ketika bermain bersama Dalil
  • Membuat aktivitas kreatif bersama Dalil min 1x/minggu
  • Update #ceritadalil di Instagram min 3x seminggu
  • Merancang resep MP-ASI Dalil u/ 2 minggu pertama
  • Membacakan buku cerita setiap hari

Kalau kata suami saya, yang dia lupa juga denger darimana, butuh 90 hari berusaha konsisten sampai akhirnya akan terbiasa. Walaupun listnya mungil,saya rasa tetep butuh usaha yang besar untuk menceklis semuanya. Insya Allah list ini akan terus berkembang seiring proses menjadi  Ibu Profesional.
Doakan saya ya!



Rabu, 01 Februari 2017

MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA

Selasa, 31 Januari 2017
Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #2
MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA
Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #3? Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?



🍀APA ITU IBU PROFESIONAL?
Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;
Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :
a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.
🍀APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?
Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.
🍀MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. .Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.
🍀VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.
🍀BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?
Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

🍀APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?
“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.
Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :
BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?
BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga
BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?
BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?
Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan
Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:
“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto
Salam Ibu Profesional
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
📚SUMBER BACAAN:
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
📚NICE HOME WORK #2📚
Bunda, setelah memahami tahap awal menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Pekan ini kita akan belajar membuat
📝“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”📝
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu
Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.
Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.
Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri.
Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu:
- SPECIFIK (unik/detil)
- MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- TIMEBOND ( Berikan batas waktu)

PROLOG - ADAB MENUNTUT ILMU

PROLOG 1
KELAS MATRIKULASI BATCH 3
INSTITUT IBU PROFESIONAL
ADAB MENUNTUT ILMU
Senin, 23 Januari 2016
Disusun oleh Tim Matrikulasi - Institut Ibu Profesional
Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.
Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.
Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU
ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya
Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.
Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?
Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan
Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya
ADAB PADA DIRI SENDIRI
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.
b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.
c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.
d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.
e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.
ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.
b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.
c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.
ADAB TERHADAP SUMBER ILMU
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.
b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.
c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.
d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.
e. Dalam dunia online, harus menerapkan "sceptical thinking" dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.
Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat
Referensi :
Turnomo Raharjo,
Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.
Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah,
2014, hlm. 5
Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
NICE HOMEWORK #1
24 Januari 2017

ADAB MENUNTUT ILMU
Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional Batch #3, kini sampailah kita pada tahap menguatkan ilmu yang kita dapatkan kemarin, dalam bentuk tugas.
Tugas ini kita namakan NICE HOMEWORK dan disingkat menjadi NHW.
Dalam materi "ADAB MENUNTUT ILMU" kali ini, NHW nya adalah sbb:
1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Jumat, 27 Januari 2017

NICE HOMEWORK #1; Adab Menuntut Ilmu


"Jangan lupa besok mobil masuk bengkel." begitu pesan singkat Ibu saya. Yaampun, saya lupa! Sebagai Ibu yg kesehariannya di rumah, saya merasa tidak harus mengingat tanggal. Tidak ada mobil 2 minggu ke depan, berarti jadwal belanja dimajukan. Karena sudah terlanjur di jalan, saya tidak sempat membuat list keperluan yg harus dibeli. Saya mengandalkan ingatan saya, tanpa list belanja saya tergoda membeli ini-itu. Termasuk membeli bahan-bahan membuat cinnamon roll. Untuk persediaan di rumah, pikir saya, bikinnya bisa kapan saja.

Sepulang belanja, saya menghabiskan waktu dgn bermain bersama Dalil, bocah kecil gundul berusia 5 bulan. Saat ini, Dalil menjadi prioritas saya. Di siang hari, waktu bangunnya cukup panjang sekitar 2-3 jam lalu tidur 30 menit,dan berulang. 30 menit itu bisa saya gunakan untuk istirahat, makan, ibadah, dan cek-cek hp. Sebetulnya saya ada tugas mengerjakan NHW alias nice homework dari kelas online IIP (Institut Ibu Profesional), supaya bisa lebih fokus,saya berencana mengerjakannya malam nanti, setelah Dalil tidur.

Ketika sedang menidurkan Dalil, saya terbayang cinnamon roll!! kayanya bisa deh bikin cinnamon roll dulu, baru mengerjakan NHW. Toh  saya sudah pernah bikin, kayanya ga akan memakan waktu lama, paling lama 1 jam.
Ternyata pikiran selintas yg saya ikutin itu berujung penyesalan. Ketika sedang membuat adonan, saya kepikiran NHW. Berujung entah bagaimana adonan yang saya buat terlalu cair dan suli kalis. Sambil  mengistirahatkan adonan, saya mencoba mengerjakan NHW. Tapi saya malah kepikiran adonan gagal itu.  -.-
dan kemudian..Dalil nangis untuk menyusu.....
.
.
.

huft.. 
Saya merasa kesal dgn diri saya. Hari ini rasanya kacau sekali. Hari ini saya Ibu yang kacau. Suami saya hanya bisa tersenyum dan menenangkan saya. Makin merasa bersalah jadinya.
Kejadian seperti ini bukan hanya satu dua kali, rasa-rasanya saya butuh belajar bagaimana menjadi Ibu yang baik, dengan lebih serius,dengan lebih tertata.

Bukan hanya bisa menyediakan waktu untuk Dalil, tapi juga bagaimana mendidiknya, bagaimana memberinya asupan gizi yang baik. Sebagaimana ungkapan yang sering kita dengar bahwa Ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya.
Menjadi Ibu yang baik, saya pikir juga berarti menjadi istri yang baik. Saya juga butuh belajar bagaimana  mengelola keluarga yang benar,bagaimana menciptakan suasana nyaman di rumah, sehingga menjadi keluarga yang paripurna dengan visi dan nilai-nilai yang kuat seperti yang saya dan suami saya harapkan.

Sebetulnya bukannya saya tidak pernah mencoba mendalami hal-hal tersebut. Saya ikut di beberapa grup motherhood juga membaca buku-buku yang mendukung. Tapi sepertinya ada yang kurang ya buktinya sekarang si Ibu ini ko ya gitu2 aja-
Bersyukur sekali saya  bisa ikut program matrikulasi Institut Ibu Pofesional, dimulai dari prolognya saja, sudah banyak ilmu yang saya dapat. Ternyata selama ini saya terlalu banyak informasi, tapi semua itu hanya ada di kepala saja, tidak saya catat apalagi praktikkan. 

Untuk kedepannya saya mau serius untuk belajar menjadi Ibu yang profesional. Saya Insya Allah akan konsisten mengikuti kelas online IIP dan mengerjakan NHWnya. Informasi-informasi dari grup motherhood akan saya catat, dan obrolan yang tidak perlu akan saya tinggalkan. Saya juga akan mencari komunitas online ataupun offline, supaya bisa menemukan teman2 diskusi. Yang paling penting kesemua itu akan saya diskusikan dengan suami supaya ada aksi nyatanya. 

Mudah-mudahan niat baik ini dicatat oleh Allah SWT, dan dilancarkan jalannya. 
Bismillah..

Salam, menuju Ibu Profesional 




Selasa, 24 Januari 2017

Matrikulasi Institut Ibu Profesional

*sapu-sapu debu
*sigh..
*hampir setahun ga nulis
*cerita nikahan ga kelar2 
*sigh.. 
*baiklah..


Banyaaaak hal yang terjadi setahun kebelakang, yaiyalah setahun!!
Yang utama adalah, hamil, melahirkan, dan sekarang saya adalah IBU! Rasanya gimana? campur-campur banget. Tapi yg mendominasi adalah rasa bahagia, dan juga rasa khawatir. Khawatir saya ga bisa jadi Ibu yang baik u/ anak saya, Dalil. 

Sekarang banyak banget teori-teori parenting bertebaran, yg sebenernya tinggal saya klik dan baca. Tapi informasi-infomasi ini cuma muter2 aja di otak. Ga tersusun rapi.. Yang ada jadiny bikin saya bingung. 

Ditengah kecluelessan saya gimana jadi Ibu yang baik, saya dapet informasi ttg Institut Ibu Profesional ini. Angin segar banget nih buat saya! Setelah dapet izin suami, saya daftar, dan sekarang sedang memulai proses matrikulasinya, secara online. 

Mudah-mudahan saya konsisten u/ ngikutin materi dan ngerjain tugas-tugasnya, yg disebut Nice HomeWork. 
Lebih besar lagi, mudah-mudahan saya terus berproses menjadi Ibu yg lebih baik lagi. Yosh!!





Rabu, 13 April 2016

Cerita Pernikahan : Undangan dan Souvenir

1. Undangan

cp: Sri (0852 21054741)
Bikin desain undangan ini lumayan menyita waktu dan perasaan. Haha
Waktu itu saya mastiin sama si babeh u/ desain undangannya mau kaya gimana. Akhirnya beliau bilang terserah aja.. 

Terus kepikiran pengen undangan tuh ga langsung dibuang. Karna nikahan bulan Januari, kepikiran lah u/ naro kalender di undangan. 
Saya minta si calon suami yg tanggung jawab masalah desainnya, biar dia juga ikut campurlah dikit. Hehe
Berhubung dia lulusan desain produk, saya minta si bentuknya jangan terlalu biasa. Akhirnya ketemulah desain undangan, sekaligus kalender, sekaligus tempat naro pensil..

Saya minta cetakin kan. Terus saya rangkai sendiri. Acc ke bokap, ditolak. -.- 
Katanya, bentuknya biasa aja ga usah aneh2, kampungan. Haha.
Padahal kan ini suatu bentuk kreatifitas memanfaatkan sesuatu loh om. Haha


Kalo dipikir-pikir sekarang emang agak norak sih ya, haha. 


Yaudah saya bilang, gpp deh ga pake kalender dan bentuk aneh2, tapi pengen visualnya tetep, cat air gtu. Udah di okein loh.. 


Revisi lagi kan desainnya, terus saya minta cetakin. Saya kasih liat bokap lagi, ditolak lagi. *ketawa sambil nangis 
Udah kaya bikin tugas sama dosen aja 


Akhirnya beliau bilang, udah bikin yg putih2 ajalah. Formal. Kan buat dibagiin ke temen-temennya. -.-"

Finally, inilah jadinya si undangan yg penuh drama revisi. *elap keringat


Daaan.. Surprisingly, segitu udah ngerepotinnya. Berkali2 minta cetak dan revisi.. 

Taunya, si ownernya ngasih gitu aja sebagai kado nikah. Langsung cirambay air mata terharu. 
Ya Allah, mau nikah ada aja rejekinya yah..Makasih banyak udah direpotin pisan! 

Oiya, belakangan lagi banyak undangan juga. Salah satu favorit undangan single hardboard macam gini


bahannya semacam mdf gitu, bisa difungsiin jadi mouse pad atau tatakan gelas! 

kalo yang penasaran bisa buka instagramnya @woodypapee
*bukan endorse sama sekali yah hehe


2. Souvenir

cp: Fifi (line: sabila_na)

Iyeees ini bikin sendiri! *jangan dibayangin calon manten jait satu-satu sendiri yah. 

Waktu itu pengen bikin souvenir yang:
1. Fungsional (beneran bisa dipake, bukan cuma jadi pajangan) 
2. Bisa dipake cowo ataupun cewe (tapi seengganya kalo ga bisa dipake cowo, bisa dipake mamanya haha)
3. Ga ribet dibawa, walaupun souvenir dikasihnya pas pulang, tapi kan ga semua tamu bawa kendaraan dan tas besar. Jadi kebayangnya souvenir kecil aja yg muat di tas tangan/saku.

Akhirnya jadilah si pouch ini. Warnanya dipilih warna2 yg netral, terus disablon. Ukurannya dibuat supaya passport dan buku tabungan bisa masuk. 
Sengaja ga dicantumin nama pengantennya, ya biar kepake aja sih, soalnya kadang souvenir2 yg bernama itu jadinya malah disimpen aja, kan sayang. 




Alhamdulillahnya setelah nikahan, pas ketemu temen-temen banyak yg komentar seneng sama souvenirnya. Kalo cowo biasanya dipake buat naro hardisk, kalo cewe mah macem-macemlah. Kantongnya juga bisa dipake u/ hal lain. Yeaaay happy :)

Daan  alhamdulillah jadi proyek sampingan juga nih. Beberapa souvenir yg pernah dibuat :






Kalau tertarik bisa tanya-tanya dulu loh, cus langsung hubungin ya! :D