Jumat, 27 Januari 2017

NICE HOMEWORK #1; Adab Menuntut Ilmu


"Jangan lupa besok mobil masuk bengkel." begitu pesan singkat Ibu saya. Yaampun, saya lupa! Sebagai Ibu yg kesehariannya di rumah, saya merasa tidak harus mengingat tanggal. Tidak ada mobil 2 minggu ke depan, berarti jadwal belanja dimajukan. Karena sudah terlanjur di jalan, saya tidak sempat membuat list keperluan yg harus dibeli. Saya mengandalkan ingatan saya, tanpa list belanja saya tergoda membeli ini-itu. Termasuk membeli bahan-bahan membuat cinnamon roll. Untuk persediaan di rumah, pikir saya, bikinnya bisa kapan saja.

Sepulang belanja, saya menghabiskan waktu dgn bermain bersama Dalil, bocah kecil gundul berusia 5 bulan. Saat ini, Dalil menjadi prioritas saya. Di siang hari, waktu bangunnya cukup panjang sekitar 2-3 jam lalu tidur 30 menit,dan berulang. 30 menit itu bisa saya gunakan untuk istirahat, makan, ibadah, dan cek-cek hp. Sebetulnya saya ada tugas mengerjakan NHW alias nice homework dari kelas online IIP (Institut Ibu Profesional), supaya bisa lebih fokus,saya berencana mengerjakannya malam nanti, setelah Dalil tidur.

Ketika sedang menidurkan Dalil, saya terbayang cinnamon roll!! kayanya bisa deh bikin cinnamon roll dulu, baru mengerjakan NHW. Toh  saya sudah pernah bikin, kayanya ga akan memakan waktu lama, paling lama 1 jam.
Ternyata pikiran selintas yg saya ikutin itu berujung penyesalan. Ketika sedang membuat adonan, saya kepikiran NHW. Berujung entah bagaimana adonan yang saya buat terlalu cair dan suli kalis. Sambil  mengistirahatkan adonan, saya mencoba mengerjakan NHW. Tapi saya malah kepikiran adonan gagal itu.  -.-
dan kemudian..Dalil nangis untuk menyusu.....
.
.
.

huft.. 
Saya merasa kesal dgn diri saya. Hari ini rasanya kacau sekali. Hari ini saya Ibu yang kacau. Suami saya hanya bisa tersenyum dan menenangkan saya. Makin merasa bersalah jadinya.
Kejadian seperti ini bukan hanya satu dua kali, rasa-rasanya saya butuh belajar bagaimana menjadi Ibu yang baik, dengan lebih serius,dengan lebih tertata.

Bukan hanya bisa menyediakan waktu untuk Dalil, tapi juga bagaimana mendidiknya, bagaimana memberinya asupan gizi yang baik. Sebagaimana ungkapan yang sering kita dengar bahwa Ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya.
Menjadi Ibu yang baik, saya pikir juga berarti menjadi istri yang baik. Saya juga butuh belajar bagaimana  mengelola keluarga yang benar,bagaimana menciptakan suasana nyaman di rumah, sehingga menjadi keluarga yang paripurna dengan visi dan nilai-nilai yang kuat seperti yang saya dan suami saya harapkan.

Sebetulnya bukannya saya tidak pernah mencoba mendalami hal-hal tersebut. Saya ikut di beberapa grup motherhood juga membaca buku-buku yang mendukung. Tapi sepertinya ada yang kurang ya buktinya sekarang si Ibu ini ko ya gitu2 aja-
Bersyukur sekali saya  bisa ikut program matrikulasi Institut Ibu Pofesional, dimulai dari prolognya saja, sudah banyak ilmu yang saya dapat. Ternyata selama ini saya terlalu banyak informasi, tapi semua itu hanya ada di kepala saja, tidak saya catat apalagi praktikkan. 

Untuk kedepannya saya mau serius untuk belajar menjadi Ibu yang profesional. Saya Insya Allah akan konsisten mengikuti kelas online IIP dan mengerjakan NHWnya. Informasi-informasi dari grup motherhood akan saya catat, dan obrolan yang tidak perlu akan saya tinggalkan. Saya juga akan mencari komunitas online ataupun offline, supaya bisa menemukan teman2 diskusi. Yang paling penting kesemua itu akan saya diskusikan dengan suami supaya ada aksi nyatanya. 

Mudah-mudahan niat baik ini dicatat oleh Allah SWT, dan dilancarkan jalannya. 
Bismillah..

Salam, menuju Ibu Profesional 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar